Powered by Blogger.

Archive for 2014

Konservasi Penyu - Pulau Sarangan Bali




Ini postingan pertama saya mengenai tentang jalan-jalan untuk blog saya yg baru Meet and Eat. Blog ini memang dikhususkan sebagai tempat curahan pikiranku tentang jalan-jalan ke tempat baru dan makan makanan yg enak dan baru...semoga bermanfaat.

Oke kita mulai cerita jalan-jalan kita ya. Cerita jalan-jalan ini merupakan bagian dari perjalanan liburan saya ke bali bersama dengan si bunda dan si kecil. Ide mengunjungi pulau sarangan datang dari hasil browsing-browsing aku di internet. Liburan kali ini kita tidak hanya pergi bertiga namun juga mengajak ibu dan bapak mertua beserta adik ipar. Jadi aku harus menyiapkan agenda liburan, jangan sampai liburannya keseringan di hotel dan menjadi bosen. Apalagi ngajak si kecil harus pinter pinter ngatur jadwal deh... Jangan sampai dia bosen dan akhirnya rewel. Bisa runyam deh acara liburannya.

Jadi setelah browsing-browsing kesna kemari akhirnya hari pertama kita di bali kita datang ke pusat konservasi penyu di pulau sarangan.  Kita menginap di hotel di daerah kuta di Harris Kuta Beach, pulau sarangan kalau ga salah letaknya di selatan pulau Bali, jadi kita membutuhkan waktu kurang lebih 20-30 menit untuk sampai di pulau sarangan. Jalanan yang kami lewati menuju ke pulau sarangan cukup mulus dan tidak terlalu ramai, pulau sarangan saat ini sudah dihubungkan oleh jembatan, konon katanya jaman dulu harus naik perahu untuk bisa sampai di pulau sarangan. Sesampainya di pulau sarangan pusat konservasi belum kelihatan jadi kita harus mencarinya, diperjalanan bertemu lah kita dengan pos warga yang meminta uang retribusi, jumlahnya ga mahal, hanya 5000 rupiah permobil. Pas di pos warga tsb kita tanya arah pastinya ke tempat konservasi penyu dan ternyata tidak jauh dari pos retribusi tadi. Kita mengukti jalan yg ditunjuk warga, jalannya relatif lebih kecil dan pas untuk dilewati dua mobil. Akhirnya tibalah kita di tempat konservasi penyu, hampir saja kelewat tempatnya, patokannya adalah pagar putih dan ada papan nama konservasi penyunya. Dbawah adalah penampakannya.

 

Saat itu kita tidak langsung masuk, karena driver dan kita ragu apa benar ini tempatnya.? Pak supir yg menemani kita plus tour guide juga belum pernah mengunjungi tempat ini. Pak supir memberi saran untuk tunggu di mobil dan dia akan turun terlebih dahulu untuk memastikan tempat. Pak supir pun turun dan berjalan ke arah rumah konservasi tersebut. Tak lama berselang Pak supir sudah kembali dan menurut informasi yg dia dapatkan bahwa ini benar tempatnya, dan yg paling mengejutkan ongkos masuknya gratis hanya diminta sumbangannya aja untuk konservasi penyu. Akhirnya kami memutuskan untuk masuk dan langsung disambut oleh bapak guide yg ada disana. Guide menjelaskan tentang kegiatan di tempat konservasi ini. Dia menunjukan tempat telur telur punya di tetaskan.

 

Ini dia tempat penetasan telur-telur penyu, telur disimpan di dalam pasir menyerupai habitat aslinya, menurut pak guide telur telur ini akan menetas bulan Juni ini, saya sekali kita datang ke balinya bulan Mei jadi ga bisa lihat penyu nya menetas. Di bulan Juni juga biasanya kita dikasih kesempatan untuk melepas tukik nya ke laut dan kita bisa dapat sertifikat lho, iya sertifikat bahwa kita telah ikut berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan penyu. Puas melihat telur telur penyu, terus kita melihat penyu penyu yg udah besar, jumlahnya penyunya lumayan banyak dan umurnya ada yg lebih dari 7 tahun lho. 

 

Pas kita asik lagi lihat penyu, guidenya menawarkan untuk memberikan makan pada penyu penyu gede tersebut, makannya ikan ikan kecil. Untuk kasih makan ikan kita diminta bayar 20 ribu rupiah, sangat murah karena hanya sebagai uang ganti beli ikan saja. Kita dikasih ikan satu mangkok ukuran sedzng dan kayanya ga cukup tuh ikannya untuk kasih makan penyu sebanyak itu. Akhirnya si kecil dan eyangnya yg mutusin untuk ngasih makan ikan, karena kita pengen kasih pengalaman yg luar biasa buat si kecil.


Setelah puas memberi makan penyu penyu besar, kami kemudian diajak mas guidenya ke bagian dalam ruang konservasi. Ternyata di dalam juga banyak kolam kolam kecil yang isinya berbagai macam jenis penyu. Di sini penyunya lebih kecil-kecil dan bisa kita pegang, tidak besar seperti yang sebelumnya kami lihat. Kalau yg besar menurut info dari guide disana, bahaya apabila kita pegang dan penyunya mengigit. Bisa mematahkan jari kita lewat gigitannya yang kuat. 

Si kecil juga berani memegang penyu penyu kecil ini. Penyu kecil ini merupakan hasil penetasan dari telur telur yg tadi kita lihat diluar. 




Habis lihat penyu yang kecil, kita juga diajak melihat kura2. Memang jelas banget bedannya antara kura2 dan penyu. Ilmu baru yang kami dapatkan dari guide disana bahwa penyu kepalanya tidak bisa masuk dan tidak punya jari2 kaki dan tangan, sedangkan kura2 kepalanya bisa masuk ke dalam dan punya jari2 tangan san kaki.  Sebagai ujian...hayo..coba bedakan gambar dibawah mana penyu mana kura2. 





Puas melihat penyu dan kura2 kami akhirnya beristirahat di sebuah warung kecil yang ada di konservasi tadi. Makanan dan minuman tersedia juga disna, kita juga bisa beli cendramata khas sana yg semuanys tentang penyu, ada gsntungan kunci penyu, gelang, kalung, tempelan kulkas dll. 


Hari bertambah siang dan matahari mulai panas, akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri kunjungan kami, karena kami berniat mengunjungi tempat lain. Demikian cerita kami dipulau sarangan yang tak terlupakan. 


Salam, 

- Copyright © Meet and Eat - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -